Paling nggak nyaman saat di landa hujan pada waktu touring. Jadi nggak bisa menikmati alam dengan leluasa. Apalagi saat itu sedang melewati track yang luar biasa indahnya. Seperti saat solo trip melewati daerah perbukitan Malingping, saat menuju Pelabuhan ratu. Jalan yang bagus berkelak-kelok dengan pagar hijau hutan karet. hmm..sedap !! Cuma sayang hujan sejak awal perjalanan sangat menggangu untuk bisa menikmati perjalanan dengan normal. Enaknya sih berhenti nunggu hujan berhenti..cuma target waktu yang kadang membuat kita terus melaju, apalagi hujan kan susah di tebak kapan berhentinya.
Dalam touring sebenarnya kita pasti mempersiapkan peralatan anti hujan seperti jas hujan, helm yang nggak tembus air hujan dan pelapis sepatu anti hujan. Namun banyak raider tetap terganggu karena sarung tangan yang akhirnya basah dan membuat tangan kedinginan. Ini sangat nggak nyaman. Agak merepotkan juga persoalan ini karena jika kita menggunakan sarung tangan plastik atau karet, juga nggak nyaman karena licin. apalagi tangan yang dingin akan menjadi cepat pegal dan terasa kaku.
Tapi dalam beberapa pengalaman touring saya mengantisipasinya dengan cara yang ringan. Saya ingin membaginya dengan kaum rider...
- Sediakan sarung tangan plastik tipis buat berkebun atau memasak.
- Pakailah sarung tangan itu ( di dalam ), sebelum menggunakan sarung tangan motor
- Lakukan cara ini saat sarung tangan belum basah
- Jangan pakai sarung tangan plastik di luar, karena akan membuat cengkeraman pada stang menjadi licin dan sarung tangan plastik akan cepat rusak.
- Akan terasa agak kurang nyaman di tangan, namun cukup aman dan hangat
( 1 ) Sarung tangan plastik
( 2 ) Sarung tangan motor
Selamat mencoba.....
Info : Sarung tangan plastic harga eceran Rp 700 / pasang
Rabu, 21 Maret 2012
Senin, 19 Maret 2012
KEBUTUHAN MASKER UNTUK TOURING
Hallo...kaum riders..
Kali ini ingin mengangkat thema tentang masker...butuh atau nggak butuh sih masker pada saat touring ? Di banyak pengalaman saya pribadi saat touring memang masker kadang di butuhkan, kadang juga tidak. Tipikal track di Indonesia yang selalu kita ambil kan selalu berganti. Kadang melewati wilayah kota dan industri yang berpolusi, atau jalanan yang berdebu, kadang juga hutan dan desa-desa yang bebas polusi. Jadi seperti yang saya bilang tadi, di suatu waktu kita juga butuh masker.Intinya, baiknya membawa masker pada saat touring !!
Nah sekedar ulasan ringan saja, masker seperti apa yang di butuh kan ? Ada beberapa saran saat memilih masker yang baik.
1. Disain face wrap harus mengikuti kontur wajah. Hindari masker yang sempit dan berkesan membekap hidung dan mulut. Pada saat berkendara kita membutuhkan konsumsi oksigen yang cukup dari udara , karena akan mempengaruhi konsentrasi dan kerja otak.
2. Belt baiknya adjustable supaya mudah di atur kenyamanannya.
3. Pengancing yang kuat dan praktis pemasangannya
4. Terbuat dari bahan yang lentur, dan sangat baik untuk menyaring udara. Khusus pada bagian hidung dan mulut selain menyaring udara, juga harus bisa memberikan supply udara yang cukup. Konsumsi udara yang sedikit juga akan membuat pengendara mudah mengantuk dan berbahaya saat berkendara.
Saat ini begitu banyak masker yang beredar dan sangat fashion oriented. Namun jangan main-main dalam memilih masker touring kawan...karena kegunaannya fital untuk kenyamanan pada saat berkendara.
Pakailah masker hanya pada saat tertentu jika dibutuhkan, dan nikmatilah udara segar pegunungan tanpa masker. Hindari masker yang berkesan menyeramkan....nanti di kira rampok...hehehe...
Saya merekomendasi masker totobobo. selain nyaman juga berkualitas. kunjungi www.totobobo.com
atau link ke :
http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/review_masker_totobobo_masker_medic_dan_maskr_bagi_pesepeda
Harga sekitar Rp 140.ribuan
Kali ini ingin mengangkat thema tentang masker...butuh atau nggak butuh sih masker pada saat touring ? Di banyak pengalaman saya pribadi saat touring memang masker kadang di butuhkan, kadang juga tidak. Tipikal track di Indonesia yang selalu kita ambil kan selalu berganti. Kadang melewati wilayah kota dan industri yang berpolusi, atau jalanan yang berdebu, kadang juga hutan dan desa-desa yang bebas polusi. Jadi seperti yang saya bilang tadi, di suatu waktu kita juga butuh masker.Intinya, baiknya membawa masker pada saat touring !!
Nah sekedar ulasan ringan saja, masker seperti apa yang di butuh kan ? Ada beberapa saran saat memilih masker yang baik.
1. Disain face wrap harus mengikuti kontur wajah. Hindari masker yang sempit dan berkesan membekap hidung dan mulut. Pada saat berkendara kita membutuhkan konsumsi oksigen yang cukup dari udara , karena akan mempengaruhi konsentrasi dan kerja otak.
2. Belt baiknya adjustable supaya mudah di atur kenyamanannya.
3. Pengancing yang kuat dan praktis pemasangannya
4. Terbuat dari bahan yang lentur, dan sangat baik untuk menyaring udara. Khusus pada bagian hidung dan mulut selain menyaring udara, juga harus bisa memberikan supply udara yang cukup. Konsumsi udara yang sedikit juga akan membuat pengendara mudah mengantuk dan berbahaya saat berkendara.
Saat ini begitu banyak masker yang beredar dan sangat fashion oriented. Namun jangan main-main dalam memilih masker touring kawan...karena kegunaannya fital untuk kenyamanan pada saat berkendara.
Pakailah masker hanya pada saat tertentu jika dibutuhkan, dan nikmatilah udara segar pegunungan tanpa masker. Hindari masker yang berkesan menyeramkan....nanti di kira rampok...hehehe...
Saya merekomendasi masker totobobo. selain nyaman juga berkualitas. kunjungi www.totobobo.com
atau link ke :
http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/review_masker_totobobo_masker_medic_dan_maskr_bagi_pesepeda
Harga sekitar Rp 140.ribuan
Sabtu, 17 Maret 2012
- Jaket Touring
Bincang-bincang mengenai jaket motor, saat ini terdapat begitu banyak pilihan. Bingung juga kadang untuk memilih jenis dan model jaket yang kita mau. Namun untuk kepentingan touring, ada standarnya bro..Fungsi utamanya pada keamanan dan perlindungan tentunya. Dikarenakan jaket touring dipakai untuk jarak jauh, keluar kota misalnya, tentunya faktor kenyamanannya pun menjadi salah satu pertimbangan utamanya. Jaket touring biasanya speknya lebih tinggi dari jaket motor harian. Bahan yang cocok untuk jaket jenis ini adalah bahan yang agak kaku/keras. Contohnya di pasaran tersedia dengan bahan D300, D600, Cordura, atau Dobby dengan berbagai merk. Namun apapun pilihannya, baiknya jangan meninggalkan ketentuan dasarnya.
( 1 ) Berbahan kuat, tahan air dan angin
( 2 ) Bahan dalam yang lembut
( 3 ) Berdisain dengan cuting yang mengikuti kontur tubuh
( 4 ) Memiliki protektor bahu, siku, dan punggung
( 5 ) Bahan cukup keras namun lentur
( 6 ) Memiliki pengancing dan setelan yang praktis
( 7 ) Memiliki lekukan-lekukan yang fleksibel
- Pilihlah ukurang yang nyaman, jangan yang sempit, mengingat perjalanan jauh yang akan di tempuh
- Pilihlah warna yang cerah dengan reflektor pemantul cahaya yang mudah di indikasi oleh pengendara lainnya
Info : Harga dipasaran dengan spek di atas berkisar Rp 150.000 - Rp 350.000
Senin, 05 Maret 2012
Motor Terbaik Awal Tahun 2012
Tiga model sepeda motor besutan Ducati terpilih sebagai "Best Motorcycle of 2012" dari 39.000 pembaca majalah asal Jerman, Motorrad.
Dilansir Twowheelsblog, Senin 6 Februari 2012, ketiga model itu adalah Diavel, Multistrada 1200 dan 1199 Panigale. Motor superbike paling revolusioner di dunia Ducati 1199 Panigale mendapat perhatian dari pembacanya sebesar 41,2 suara untuk kategori "Best Sport Motorcycle" atau unggul 20 persen dari runner-up BMW S1000RR.
Sedangkan Ducati Diavel Cromo mendapat penghargaan sebagai "Best Naked Motorcycle" dengan keunggulan 9,7 suara dari Triumph Speed Triple. Adapun Ducati Multistrada 1200 S Touring memenangi kategori "Best All-rounder" award dengan mendapat dukungan 23,9 persen suara, unggul 10 persen dari BMW K1300S.
Ducati juga dinobatkan sebagai "Best Sport Motorcycle Manufacturer 2012", dengan dukungan 77 persen. Tak berhenti sampai disitu, pabrikan motor yang berbasis di Kota Borgo Panigale kembali memenangi penghargaan sebagai pabrikan yang memiliki desain dan gaya terbaik lewat kategori "Good Look 2012".
Motorrad adalah salah satu majalah dengan angka penjualan tertinggi di Eropa. Ducati merupakan salah satu pabrikan motor di dunia yang meraih angka penjualan paling bagus di 2011. (umi) • VIVAnews
Rabu, 18 Januari 2012
- Memilih Helm Touring
Sejatinya gak sulit kok memilih helm buat touring. Yang penting aman dan nyaman dipakai. Namun kala kita bicara model, style, merk dan sebagainya, persoalannya jadi nggak sederhana lagi. Namun itu sah-sah saja selama tidak meninggalkan ketentuan dan unsur utamanya. Tidak ada spek yang khusus dalam memilih helm touring. Namun dari pengalaman dan dan kebiasaan serta kondisi alam saya mengusulkan beberapa poin yang perlu di perhatikan.
Sesuai fungsi utamanya, helm di gunakan untuk melindungi kepala dari benturan. Tentunya keamanan yang menjadi faktor pertimbangan utama. Pilihan helm yang paling aman tentunya adalah helm full face yang memberikan perlindungan menyeluruh. Namun seperti yang saya katakan sebelumnya berdasar dari pengalaman dan kebiasaan serta kondisi alam saya saya memiliki pertimbangan lain.
Seperti yang sering kita lakukan, touring di indonesia biasanya di lakukan bertujuan untuk menikmati alam nusantara yang indah. Dan trak yang di tempuh umumnya tidak begitu ekstrim. Apalagi ini bukan event kompetisi. Untuk tujuan ini maka spek helm yang di pilih pun akan mengikuti.
( 1 ) Bahan keras, anti pecah, namun ringan
( 2 ) Type half face dimaksudkan agar dapat menikmati alam dengan view yang lebih terbuka
( 3 ) Ukuran yang pas, dan bahan dalam helm yang lembut dan menyerap keringat
( 4 ) Memiliki pet dan kaca bening
( 5 ) Ventilasi atau lubang udara yang cukup
( 6 ) Sertifikasi SNI
Info :Harga berkisar Rp 150.000 sampai Rp 500.000
Sesuai fungsi utamanya, helm di gunakan untuk melindungi kepala dari benturan. Tentunya keamanan yang menjadi faktor pertimbangan utama. Pilihan helm yang paling aman tentunya adalah helm full face yang memberikan perlindungan menyeluruh. Namun seperti yang saya katakan sebelumnya berdasar dari pengalaman dan kebiasaan serta kondisi alam saya saya memiliki pertimbangan lain.
Seperti yang sering kita lakukan, touring di indonesia biasanya di lakukan bertujuan untuk menikmati alam nusantara yang indah. Dan trak yang di tempuh umumnya tidak begitu ekstrim. Apalagi ini bukan event kompetisi. Untuk tujuan ini maka spek helm yang di pilih pun akan mengikuti.
( 1 ) Bahan keras, anti pecah, namun ringan
( 2 ) Type half face dimaksudkan agar dapat menikmati alam dengan view yang lebih terbuka
( 3 ) Ukuran yang pas, dan bahan dalam helm yang lembut dan menyerap keringat
( 4 ) Memiliki pet dan kaca bening
( 5 ) Ventilasi atau lubang udara yang cukup
( 6 ) Sertifikasi SNI
Info :Harga berkisar Rp 150.000 sampai Rp 500.000
Senin, 16 Januari 2012
Yamaha Lepas Byson Emas
Motor sport unggulan Yamaha itu punya dua warna baru, emas dan hitam solid.
Jorge Lorenzo mengendarai Byson warna emas (yamaha-motor.co.id)
Motor sport unggulan Yamaha itu punya dua warna baru, emas dan hitam solid, serta striping baru. Pembalap Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo, dalam kunjungannya ke Jakarta pekan lalu, juga sempat menunggangi Byson emas di Sentul International Convention Center, Minggu 15 januari 2012.
"Byson baru sangat istimewa karena untuk pertama kalinya warna emas yang gagah, dan berkelas sebagai salah satu warna tren dunia dihadirkan Yamaha di segmen motor sport Indonesia. Sedangkan warna hitam solid untuk memenuhi permintaan konsumen yang menginginkan warna yang membuat Byson tampil lebih gagah dan jantan," kata PR Corporate dan Communication Head Yamaha Indonesia, Indra Dwi Sunda, Senin 16 Januari 2012.
Warna hitam solid menggantikan warna abu-abu pada Byson sebelumnya. Jadi Byson kini tersedia 5 warna yaitu luxury gold, solid black, mighty blue, brave red dan modern white.
Khusus untuk warna emas terinspirasi dari R1 1000 cc special edition, yang sudah dikeluarkan di Amerika Serikat tahun ini. R1 tersebut memiliki campuran warna white-black-gold. Warna emasnya sendiri terdapat pada emblem, velg dan suspensi depan.
Sementara, desain grafisnya lebih sporty, gagah dan lelaki. Inspirasi konsepnya dari pesawat tempur luar angkasa yang terbuat dari baja solid dengan bagian dua ujung pesawat yang tajam.
Striping baru Byson melekat pada tangki, air shroud (kuping tangki) dan bodi belakang. Byson anyar ini juga sudah AHO (Automatic Headlight On). Harganya Rp20.140.000 on the road untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya dan mulai dipasarkan bulan Februari.
Spesifikasi mesinnya tidak berubah dengan tipe mesin 4 langkah, 2 valve SOHC, berpendingin udara dan berkapasitas 153 cc. Mampu menghasilkan tenaga 10,1 PS pada 7.500 rpm dan torsi puncak 10,5 Nm di 5.500 rpm.
- Penjualan helm meningkat
JAKARTA. Permintaan sepeda motor yang terus melonjak mendorong bisnis yang terkait, termasuk helm. Asosiasi Industri Helm Indonesia ( ada lho ! ) memperkirakan permintaan helm tahun ini bakal naik lebih dari 20% dari tahun 2010 yang berjumlah sekitar 8 juta unit
Menurut Ketua AIHI John Manaf, perhitungan tersebut bukan tanpa dasar. Perhitungan itu didasari oleh pesanan dari agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor yang telah mengalir.
“Produsen sepeda motor menaikan permintaan.” Kata John kemarin. John menyebutkan, jumlah permintaan helm tahun ini sekitar 10 juta unit. Permintaan terbanyak dari pabrikan sepeda motor Honda, dengan jumlah pesanan sekitar 4 juta unit. Disusul Yamaha yang memesan sebanyak 3,6 juta unit. Sedangkan podusen sepeda motor merek lainnya memesan sekitar 2 juta unit.
Hendri Tedja Kusumah, Direktur Pemasaran PT Tarakusuma Indah, produsen helm, gembira menyambut kenaikan permintaan tersebut.” Jika penjualan sepeda motor baru positif, maka penjualan helm juga akan posistif,” kata Hendri .
Kenaikan permintaan tersebut, papar Hendri, bukan saja karena ada konsumen motor baru, tetapi juga kebutuhan untuk berganti helm. Maklum masa pakai helm hanyalah tiga tahun. “Jika leboh dari 3 tahun, kekuatan helm sudah turun,” jelas John.
AIHI mencatat, pasar helm tahun ini bisa mencapai 50 juta unit. namun, dari jumlah itu, produsen helm anggota hanya mengisi sekitar 20 juta unit. Sisanya diisi oleh helm impor dan produsen yang tidak bergabung dengan AIHI. Umumnya helm buatan mereka tidak sesuai dengan SNI sehingga harganya lebih murah. Pengendara sepeda motor bisa membeli helm non-SNI hanya dengan harga Rp 10.000 per unit. Sementara harga helm yang memenuhi standar SNI berada rata-rata sekitar Rp 150.000 per unit.
“Di pasar masih banyak helm yang menggunakan SNI palsu dan penjualan helm abal-abal itu juga naik,” kata John.
Untuk mendorong industri helm lokal dan memenuhi standar SNI di tengah permintaan yang terus naik ini, John mengharapkan pemerintah terus melakukan sosialisasi soal helm yang memenuhi standar demi keselamatan dan tak lupa melakukan penertiban.
Menurut Ketua AIHI John Manaf, perhitungan tersebut bukan tanpa dasar. Perhitungan itu didasari oleh pesanan dari agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor yang telah mengalir.
“Produsen sepeda motor menaikan permintaan.” Kata John kemarin. John menyebutkan, jumlah permintaan helm tahun ini sekitar 10 juta unit. Permintaan terbanyak dari pabrikan sepeda motor Honda, dengan jumlah pesanan sekitar 4 juta unit. Disusul Yamaha yang memesan sebanyak 3,6 juta unit. Sedangkan podusen sepeda motor merek lainnya memesan sekitar 2 juta unit.
Hendri Tedja Kusumah, Direktur Pemasaran PT Tarakusuma Indah, produsen helm, gembira menyambut kenaikan permintaan tersebut.” Jika penjualan sepeda motor baru positif, maka penjualan helm juga akan posistif,” kata Hendri .
Kenaikan permintaan tersebut, papar Hendri, bukan saja karena ada konsumen motor baru, tetapi juga kebutuhan untuk berganti helm. Maklum masa pakai helm hanyalah tiga tahun. “Jika leboh dari 3 tahun, kekuatan helm sudah turun,” jelas John.
AIHI mencatat, pasar helm tahun ini bisa mencapai 50 juta unit. namun, dari jumlah itu, produsen helm anggota hanya mengisi sekitar 20 juta unit. Sisanya diisi oleh helm impor dan produsen yang tidak bergabung dengan AIHI. Umumnya helm buatan mereka tidak sesuai dengan SNI sehingga harganya lebih murah. Pengendara sepeda motor bisa membeli helm non-SNI hanya dengan harga Rp 10.000 per unit. Sementara harga helm yang memenuhi standar SNI berada rata-rata sekitar Rp 150.000 per unit.
“Di pasar masih banyak helm yang menggunakan SNI palsu dan penjualan helm abal-abal itu juga naik,” kata John.
Untuk mendorong industri helm lokal dan memenuhi standar SNI di tengah permintaan yang terus naik ini, John mengharapkan pemerintah terus melakukan sosialisasi soal helm yang memenuhi standar demi keselamatan dan tak lupa melakukan penertiban.
Langganan:
Postingan (Atom)







